Finance

Pilih Mana: Asuransi Konvensional atau Syariah?

Banyak perusahaan asuransi menawarkan produk asuransinya dengan berbagai fitur dan kelebihan yang pastinya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pesertanya. Namun, sebagai calon pengguna asuransi, wajar bila Anda perlu memahami dan mengetahui asuransi yang akan digunakan dan pilih mana: asuransi konvensional atau syariah. Artikel ini akan membantu Anda untuk mengetahui mana yang terbaik sehingga mendapatkan manfaat maksimal atas penggunaannya.

Asuransi

Asuransi bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Bagi mereka yang peduli akan pentingnya proteksi diri dan harta benda, tidak akan berpikir dua kali untuk membeli produk asuransi. Asuransi memberikan keuntungan yang berlipat ganda, bukan hanya rasa tenang dan nyaman namun asuransi mampu memberikan pertolongan pertama kepada Anda ketika Anda (peserta asuransi) mengalami risiko yang membutuhkan biaya besar atau biaya yang jumlahnya diluar dugaan.

Dikutip dari Detik.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa asuransi adalah perjanjian antara penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (nasabah atau peserta). Asuransi juga menjadi salah satu investasi jangka panjang, yang memiliki peranan penting untuk membantu Anda mengelola uang secara baik, benar dan tepat guna. Menjadi peserta asuransi sendiri dapat membantu Anda mendapatkan jumlah dana yang sesuai dan tepat untuk setiap risiko yang dihadapi.

Pengertian Asuransi Konvensional dan Syariah

– Asuransi konvensional adalah sebuah produk investasi yang mana peserta asuransi membeli polis asuransi, kemudian membayar sejumlah dana atau premi dengan harapan memperoleh lebih banyak uang di masa depan, namun hal ini mungkin juga membuat peserta tidak mendapatkannya. Misalnya dalam asuransi kecelakaan, jika terjadi kecelakaan, maka ia berhak mendapatkan semua uang pertanggungan yang dijanjikan, akan tetapi jika tidak maka ia tidak akan mendapatkan apapun.

– Asuransi syariah adalah upaya saling melindungi dan saling membantu satu sama lain, yang dilakukan melalui investasi dalam bentuk aset yang memberikan pola pengembalian menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah. Karena berdasarkan hukum syariah, dana peserta (tabarru’) dikelola secara Islami dengan menghindari bunga (riba), judi (maisir) dan ketidakjelasan (gharar). Baca Juga Pilih Mana : Sukuk atau Obligasi Syariah?

Perbedaan Asuransi Konvensional dan Syariah

Di bawah ini adalah beberapa perbedaan yang membedakan antara asuransi konvensional dan asuransi syariah, yaitu sebagai berikut:

1. Sistem Perjanjian
Pada asuransi konvensional akad yang dilakukan cenderung sama dengan perjanjian jual beli. Sedangkan asuransi syariah menggunakan akad hibah (tabarru) yang berbasis pada sistem syariah dan dipastikan halal.

2. Instrumen Investasi
Karena pada dasarnya asuransi konvensional, perusahaan asuransi akan melakukan berbagai investasi dalam berbagai instrumen yang bertujuan mendapatkan keuntungan maksimal bagi perusahaan. Hal ini bisa dilakukan tanpa mempertimbangkan haram instrumen investasi yang dipilih dan perusahaan asuransi memiliki kewenangan penuh dalam penggunaan dana ini, termasuk dalam memilih jenis investasi yang akan digunakan. Berbeda jika peserta memilih asuransi syariah, karena dana asuransi hanya boleh diinvestasikan sesuai prinsip syariah dan tidak mengandung unsur haram dalam kegiatannya. Yang termasuk dalam kegiatan ini seperti perdagangan yang dilarang syariah, jasa keuangan berbasis bunga, perusahaan berbasis bunga, jual beli mengandung unsur ketidakpastian dan lain sebagainya yang telah ditetapkan oleh DSN-MUI.

3. Pengelolaan Dana
Dalam asuransi konvensional, perusahaan asuransi akan menentukan jumlah premi dan berbagai biaya lainnya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan keuntungan semaksimal mungkin bagi perusahaan itu sendiri. Namun pada asuransi syariah dana semaksimal mungkin dikelola perusahaan asuransi sehingga peserta asuransi mendapatkan keuntungan, pengelolaan dana tersebut bersifat transparan.

4. Kepemilikan Dana
Asuransi konvensional, premi yang dibayarkan ke perusahaan asuransi merupakan milik perusahaan asuransi, dalam hal ini perusahaan asuransi akan memiliki wewenang penuh atas pengelolaan dan alokasi dana asuransi. Sementara dalam asuransi asuransi syariah, semua peserta asuransi berhak atas segala kepemilikan dana, sesuai dengan akad yang digunakannya perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana saja.

Lihat juga:  Pilih Mana: Kartu Debit Visa atau MasterCard?

5. Pembagian Keuntungan
Perusahaan asuransi konvensional, dimana semua keuntungan yang didapat akan menjadi milik perusahaan asuransi. Dan segala keuntungan yang didapat oleh perusahaan akan dibagikan kepada semua peserta yang memilih asuransi syariah,

6. Pengawasan
Pada asuransi konvensional, asal dari objek barang yang diasuransikan tidak menjadi masalah, karena yang dilihat perusahaan adalah nilai dan premi yang akan ditetapkan dalam perjanjian asuransi tersebut. Asuransi tersebut hanya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memang berfungsi mengawasi setiap hal yang berhubungan dengan jasa keuangan.

Namun pada asuransi syariah, pengawasan dilakukan secara ketat dan dilaksanakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bertugas untuk mengawasi segala bentuk penerapan prinsip ekonomi syariah di Indonesia, termasuk menerbitkan fatwa atau undang-undang yang mengaturnya. DSN juga bertugas untuk mempertimbangkan semua bentuk properti yang diasuransikan oleh peserta asuransi, dimana hal tersebut seharusnya halal dan bebas dari haram. Ini akan terlihat dari asal dan sumber properti dan manfaat yang dihasilkannya.

7. Manajemen Risiko
Sistem transfer of risk digunakan oleh asuransi konvensional, dimana risiko dapat dipindahkan atau dibebankan oleh peserta asuransi (tertanggung) ke perusahaan asuransi yang bertindak sebagai penanggung di dalam perjanjian asuransi seperti asuransi kesehatan, asuransi mobil, atau asuransi perjalanan.

Lain halnya manajemen risiko yang berlaku pada asuransi syariah, perusahaan menerapkan sistem sharing of risk, dimana risiko dibebankan atau dibagi ke perusahaan dan peserta asuransi. Dengan begitu, disinilah sebagai peserta muslim Anda dapat saling tolong menolong, saling membantu, saling menjamin dan bekerja sama dengan mengumpulkan dana hibah (tabarru).

8. Dana Hangus
Dana hangus adalah sebuah istilah, misalnya asuransi jiwa pemegang polis tidak meninggal dunia hingga masa pertanggungan berakhir. Ini berlaku pada perusahan asuransi konvesional, akan tetapi istilah tersebut tidak berlaku pada asuransi syariah karena dana tetap bisa diambil meski ada sebagian kecil yang diikhlaskan sebagai dana tabarru.

9. Kewajiban Zakat
Dalam hal ini, asuransi konvensional tidak memberlakukannya. Perusahaan asuransi syariah memberlakukan peserta untuk membayar zakat yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah keuntungan yang didapat perusahaan.

Asuransi KonvensionalAsuransi Syariah
- Akad menyerupai perjanjian jual beli- Akad berdasarkan pada sistem syariah
- Pengelolaan dana untuk sebesar-besarnya keuntungan perusahaan- Pengelolaan dana yang transparan dan terhindar dari bunga riba
- Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)- Diawasi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) yang dibentuk langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Kesimpulan

Intinya kedua asuransi ini memiliki tujuan yang sama yakni membantu masyarakat untuk mengelola keuangan dengan investasi. Namun keduanya juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing sehingga sebagai calon pengguna asuransi Anda harus mempertimbangkan sesuai dengan kebutuhannya. Bagi Anda seorang muslim pastinya akan lebih memilih asuransi syariah yang halal, menentramkan jiwa dan diberkahi Allah karena seorang muslim mencari ridho Allah adalah hal terbaik dalam memilih segala sesuatu. Akan tetapi jika Anda lebih mementingkan keutungan mungkin asuransi konvensional bisa jadi pilihan Anda. Semoga bermanfaat.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Asuransi Konvensional vs Syariah

VS

Leave a Reply