Pilih Mana: Ban Pirelli atau Michelin?

Ban merupakan komponen penting agar kita senantiasa nyaman dan aman kala mengendarai kendaraan. Jika ban memiliki kualitas yang buruk, maka tentu pengendara akan tidak nyaman dan khawatir selama dalam perjalanan. Untuk itu diperlukan ban dengan kualitas yang baik seperti halnya Pirelli dan Michelin.

Pirelli dan Michelin merupakan ban yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia. Kedua merk ban ini juga dipakai untuk ajang balapan terkemuka di beberapa tempat. Maka dari itu kamu tidak perlu khawatir lagi dengan performa yang diberikan oleh kedua ban ini.

Bagaimana dengan kelebihan dan kekurangan kedua ban tersebut? Yuk simak terus artikel ini agar bisa kamu jadikan referensi dalam memilih ban idaman kamu. Disini aja guys!

Pirelli

Pirelli & C SpA merupakan suatu perusahaan multinasional yang menghasilkan berbagai macam produk ban. Didirikan pada tahun 1872 oleh Giovanni Battista Pirelli. Bermarkas di Milano. Perusahaan ini mempekerjakan 31.502 pekerjanya pada tahun 2007.

Saat ini Pirelli menjadi sponsor utama di tim sepak bola F.C.Internazionale Milano sejak tahun 1995 dan juga pemasok ban tunggal di Formula One, Kejuaraan FIA Formula 2, Seri GP3, Seri Ketahanan Blancpain, Seri GT Blancpain dan masih banyak lagi.

Pirelli juga mempunyai pabrik di Indonesia yang bertempat di Kabupaten Sumbang, Jawa Barat. Inilah bukti keseriusan Pirelli dalam memasarkan produknya di Indonesia. Dengan hadirnya pabrik Pirelli, tentu dapat menekan biaya produksi sehingga harganya lebih terjangkau.

Pirelli menawarkan ban motor berkualitas yang akan membuat motor semakin nyaman dan aman dikendarai. Tiap tipe ban motor Pirelli dikonsep dengan teknologi khusus yang menjadikan ban lebih awet dan mempunyai daya cengkram optimal. Ban Pirelli juga dapat digunakan di berbagai kondisi jalan, baik itu jalan kering maupun basah.

Kelebihan Pirelli

Performa konsisten

Selama pemakaiannya, ban Pirelli sanggup memberikan daya cengkraman yang konsisten. Perihal ini juga berlaku pada kondisi baik kering maupun basah. Bagian shoulder ban Pirelli didesain dengan slick area yang lebar. Perihal inilah yang menyebabkan ban Pirelli menjadi stabil saat dipakai cornering.

Alur ban yang mumpuni

Ban Pirelli juga terkenal dengan banyaknya alur pada permukaannya. Bukan tanpa alasan, alur ban tersebut didesain dengan tujuan supaya motor bisa bermanuver secara lebih mudah. Tujuan ini juga berfungsi dalam segala medan baik di permukaan tanah yang berbatu maupun jalanan yang rusak.

Handling jadi lebih baik

Ban Pirelli didesain dengan menggabungkan profil dan juga struktur ban supersport. Berdasarkan hal ini, ban Pirelli sanggup menghasilkan profil yang tajam. Dengan begitu, ban ini akan memberikan distribusi tenaga optimal pada kondisi apa pun baik lurus maupun cornering.

Kekurangan Pirelli

Harga cukup tinggi

Kekurangan pertama yang dimiliki oleh ban Pirelli adalah harganya yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan Michelin. Namun hal ini tentu sesuai dengan performa yang sudah diberikan oleh Pirelli kepada para penggunanya.

Sedikit lebih keras

Kekurangan selanjutnya adalah ban Pirelli bisa dibilang sedikit lebih keras oleh beberapa penggunanya ketika pertama kali memakai atau baru mengganti ban ini. Ukuran dari ban ini juga terbilang sedikit “gemuk” sehingga sedikit keras.

Masih sedikit yang menjual

Kekurangan terakhir yang dimiliki oleh ban Pirelli adalah masih sedikitnya bengkel-bengkel yang menjual ban Pirelli. Kalau bukan bengkel yang besar, kamu akan kesulitan untuk mendapatkan ban ini.

Michelin

Michelin merupakan perusahaan ban asal Prancis. Saat ini perusahaan tersebut memproduksi serta menjual ban untuk setiap kendaraan, termasuk pesawat, mobil, sepeda, sepeda motor, kendaraan pengangkut tanah atau material, sampai peralatan pertanian dan truk.

Michelin saat ini hadir di 170 negara dan mempunyai 111.200 karyawan dan mengoperasikan 67 fasilitas produksi di 17 negara. Berkantor pusat di Clermont-Ferrand, Prancis, mulai 2016 mendatang Michelin terpilih sebagai pemasok ban untuk semua tim yang akan berpartisipasi pada seri MotoGP. Sebagai produsen ban kelas dunia, Michelin telah terlibat di MotoGP sejak tahun 1976 sampai 2008.

Selama kurun waktu tersebut, Michelin sukses mengantarkan 26 juara dunia MotoGP dari total 33 perlombaan. Persentase kemenangan Michelin di MotoGP mencapai 80%.

Sedangkan di Indonesia, Michelin sudah hadir selama lebih dari 15 tahun. Namun PT Michelin Indonesia baru berdiri sejak April 2011.

Untuk memperluas pelayanan konsumen, pada akhir 2012 lalu Michelin Indonesia membuat divisi roda dua. Pada 2014 varian ban sepeda motor. Michelin Pilot Street Radial berhasil meraih penghargaan dari Otomotif Choice Award 2014.

Kelebihan Michelin

Memiliki fitur Michelin X-Sipe Technology

Ban yang diciptakan oleh Michelin mempunyai teknologi khusus yang memastikan daya cengkram yang besar untuk keselamatan berkendara. Daya cengkram yang dimaksud disini yaitu teknologi termutakhir yang meningkatkan daya cengkram ban terutama pada saat hujan. Fitur ini tercipta berkat celah-celah dan pola yang dibuat pada ban-ban Michelin, dan sistem penadahan air yang meningkatkan kapasitas sebuah ban untuk menepis air.

Daya tahan ban melawan alam

Michelin menciptakan sebuah teknologi yang mereka sebut Michelin 2 Compound Technology. Teknologi ini merupakan hasil dari riset bertahun-tahun yang berhasil menyatukan 2 konsep yang berlawanan, yaitu menipisnya ban bagian tengah seiring waktu pemakaian, serta minimnya daya cengkeram di pinggir ban.

Warm-Up super cepat

Dengan teknologinya yang disebut Synthetic Component Technology (SCT), ban produksi Michelin sanggup mencapai suhu optimal dengan waktu yang amat singkat. Saking singkatnya, kamu sudah bisa melaju miring di tikungan pertama dengan kecepatan penuh tanpa rasa takut sama sekali.

Kekurangan Michelin

Ban bagian samping kerap “habis”

Kekurangan pertama dari Michelin yaitu sebagian ban mereka kerap “habis” pada bagian samping, mungkin perihal ini diakibatkan karena bahan compound yang lebih empuk dibanding bagian tengahnya menurut beberapa review pemakainya.

Ban licin saat musim hujan

Kekurangan selanjutnya yaitu licin terutama pada saat musim hujan. Memang Michelin menyematkan beberapa fitur agar ban produksi mereka tahan terhadap segala kondisi, namun untuk beberapa review pemakainya dirasa masih licin pada saat musim hujan.

Ukuran ban yang kecil

Kekurangan terakhir yang dimiliki oleh Michelin adalah ukuran bannya yang kecil dibandingkan dengan Pirelli sehingga pengendara nya sedikit merasa “oleng” dan kurang stabil.

Tips Merawat Ban

Membersihkan ban secara rutin

Dalam proses membersihkan ban sebaiknya dilakukan secara rutin perihal ini bertujuan untuk menjauhkan kotoran yang menempel di ban tersebut, tentunya bila kotoran atau pasir menempel di ban bisa membuat ban gampang bocor atau pecah. Dalam membersihkan ban sebaiknya memakai sikat serta membasahi ban dengan air sabun.

Memeriksa dop

Memeriksa dop sangatlah penting perihal ini dilakukan karena bila dop terdapat kotoran atau pasir ban akan gampang kempes, dan kamu bisa memeriksa kebocoran dop dengan membasahi lubang dop dengan air bersih. Bila dop terdapat buih atau gelembung menandakan dop bocor, bila tidak mengeluarkan gelembung maka dop dalam kondisi bagus.

Memeriksa tekanan angin ban

Kamu wajib memeriksa tekanan angin ban secara rutin supaya bisa mengetahui ban dalam kondisi kempes atau tidak. Bila kondisi ban kempes maka sebaiknya kita menambah angin ban, dan jangan paksakan mengendarai motor saat ban dalam kondisi kempes sebab ban akan gampang bocor bahkan bisa retak, dan jangan terlalu memberi tekanan angin terlalu tinggi dalam mengisi angin ban karena ban bisa pecah atau meledak. Maka pengisian angin ban sebaiknya melihat kondisi ban tersebut.

Tidak memberi muatan pada kendaraan berlebihan

Dalam memberi muatan sebaiknya sesuai dengan kapasitas kendaraan, karena bila memberi muatan melebihi kapasitas bisa merusak ban serta dapat membuat ban gampang pecah atau retak. Dan tentunya bisa membahayakan keselamatan saat berkendara.

Hindari parkir di area yang terserang sinar matahari

Pada saat parkir kendaran sebaiknya ditempat yang teduh, karena apabila parkir di terik matahari akan membuat tekanan angin ban meningkat karena pemuaian udara yang terkena panas, pastinya hal ini bisa membuat ban gampang pecah.

Perbandingan Ban Pirelli dan Michelin

Ban PirelliBan Michelin
Kekurangan- Harga cukup tinggi
- Sedikit lebih keras
- Masih sedikit yang menjual
- Ban bagian samping kerap “habis”
- Ban licin saat musim hujan
- Ukuran ban yang kecil
Kelebihan- Performa konsisten
- Alur ban yang mumpuni
- Handling jadi lebih baik
- Memiliki fitur Michelin X-Sipe Technology
- Daya tahan ban melawan alam
- Warm-Up super cepat
Beli online
Harga Termurah

Kesimpulan

Pirelli dan Michelin adalah merk ban yang terkemuka di seluruh dunia. Harga yang disematkan juga cukup kompetitif. Meski Pirelli memiliki harga yang sedikit lebih mahal daripada Michelin, nyatanya Pirelli mendapatkan penilaian yang sangat baik dari para pemakainya. Tentukan ban andalan kamu sesuai dengan selera dan kebutuhan kendaraan kamu guys. Semoga bermanfaat.

Anda Pilih Ban Pirelli atau Michelin?

Vote sekarang untuk melihat hasil polling selera netizen!