Pilih Mana: Batu Alam atau Keramik?

Dalam menentukan material lantai yang ideal untuk hunian atau proyek desain interior, pilihan antara batu alam dan keramik menjadi pertimbangan krusial. Kedua bahan ini menawarkan karakteristik yang unik dan estetika yang menarik, namun setiap opsi juga memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri.

Batu alam adalah material alami yang terbuat dari batuan yang telah dipotong dan dipoles. Batu alam memiliki tampilan yang unik dan elegan, serta menawarkan berbagai pilihan warna dan tekstur. Batu alam juga memiliki ketahanan yang tinggi terhadap cuaca dan pelapukan, sehingga cocok untuk penggunaan di luar ruangan.

Keramik adalah material buatan yang terbuat dari tanah liat yang telah dibakar. Keramik memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan batu alam, dan lebih mudah untuk dirawat. Keramik juga memiliki ketahanan yang baik terhadap goresan dan benturan.

Dalam artikel ini kita akan membahas lebih dalam mengenai Batu Alam dan Keramik, mulai dari kelebihan hingga kekurangan yang dimiliki keduanya. Simak lebih lanjut artikel berikut!

Batu Alam

Batu alam merupakan salah satu material yang banyak dipakai masyarakat sebagai bahan bangunan, terutama untuk proses penyelesaian akhir (finishing). Kesan alami dan tampilannya yang dekoratif menjadi salah satu alasan batu alam menjadi begitu populer.

Keragaman jenis dan cara pemasangannya yang sanggup menghasilkan berbagai macam pola dan tampilan membuat batu alam seakan menjadi elemen wajib dalam pembangunan suatu rumah, mulai dari taman, pagar, bahkan kamar mandi.

Namun, tidak seluruh bagian rumah bisa mempergunakan material batu alam ini. Ruangan yang mudah terkena kotoran seperti dapur atau garasi sebaiknya menghindari pemakaian batu alam sebab karakter batu alam yang akan susah dibersihkan bila terkena kotoran seperti cipratan oli atau minyak.

Kelebihan Batu Alam

Memiliki Kesan Natural, Elegan, dan Mewah

Rumah yang dilapisi batu alam dengan maksimal apalagi tema yang digunakan untuk rumah lebih kepada tema tradisionalis, tentunya tampilan rumah akan terlihat sangat alami/natural. Batu alam juga akan menambah nilai estetika rumah kamu dan tentu saja perihal itu akan membuat rumah terlihat elegan dan modern, bahkan bila rumah kamu mempunyai ukuran yang minimalis sekalipun, karena saat ini perumahan-perumahan di perkotaan pun sudah banyak memakai batu alam sebagai material.

Terhindar dari Lumut dan Jamur

Berbeda halnya dengan keramik ataupun marmer, memakai batu alam sebagai material utama dalam mempercantik konsep rumah tentunya akan terhindar dari noda lumut dan jamur. Seperti yang kita tahu bersama jamur dan lumut merupakan masalah klasik yang bisa mengganggu keindahan rumah kamu, nah dengan memakai batu alam maka kamu akan terhindar dari jamur serta lumut.

Tidak Perlu Terlalu Sering Dirawat

Yang menarik saat kamu memakai batu alam sebagai material utama dalam mendesain rumah kamu yaitu tidak memerlukan proses perawatan sebab batu alam merupakan salah satu jenis batu alam yang mempunyai warna yang indah oleh karena itu kamu tidak perlu merawat nya terlalu sering.

Kekurangan Batu Alam

Warnanya Tidak Bisa Seragam

Batu alam tertentu mempunyai corak yang tidak seragam. Memang ini menjadi salah satu kelebihan tersendiri. Tetapi yang jadi permasalahan yaitu membutuhkan keterampilan sendiri dalam pemasangannya. Namun kamu tidak perlu khawatir, sebab produsen batu alam umumnya sudah merancang model batu alamnya sehingga bisa memudahkan untuk dipasang.

Mempunyai Pori-Pori yang Besar Sehingga Mesti Ditutup dengan Bahan Khusus Lagi

Memang tidak untuk semua batu. Adapun untuk sebagian batu yang mempunyai pori-pori besar memiliki masalah tersendiri seperti berlumut karena air mudah meresap dalam batu. Perihal ini tentu perlu penanganan tersendiri dengan alat pelapis supaya air tidak masuk. Namun perlu pelapis yang masih memperlihatkan keaslian batu.

Resiko Susah Diperbaiki

Bila rumah terkena banjir sampai mengotori dinding yang terbuat dari batu, tentu masih bisa ditangani dengan disemprot dengan air. Tapi yang jadi masalah yaitu ketika ada orang iseng yang sengaja mencoret-coret rumah dengan cat plastik, maka susah sekali diatasi. Solusi yang bisa diatasi yaitu mengganti batu. Resiko mengganti batu maka akan memiliki kerepotan tersendiri apabila perekat pada batu alamnya sangat kuat.

Jenis Batu Alam

Batu Marmer

Batu alam ini banyak dipakai sebagai penutup finishing lantai atau dinding. Harga marmer per m2 lumayan mahal dan keunikan serta keindahan marmer membuatnya lebih banyak digunakan pada rumah atau bangunan mewah dengan biaya pembangunan yang besar.

Batu Andesit

Batu andesit merupakan batu yang paling keras di antara batu alam lain yang umumnya digunakan. Batu andesit juga mempunyai tingkat porositas kecil karena berpori rapat. Batu tipe ini berasal dari gunung berapi dan mempunyai beberapa ciri yang gampang dikenali, yakni berwarna abu-abu atau hitam.

Batu Sabak

Di pasaran, batu sabak atau slate stone lebih dikenal dengan sebutan batu kali. Selain amat kuat untuk pondasi, jenis batuan ini bisa dibelah menjadi lempengan tipis untuk pelapis dinding maupun lantai. Pengaplikasian batu sabak ini sebagian besar dipakai untuk bagian luar (eksterior) misalnya dinding, pagar, kolam, pilar (kolom) dan taman kering.

Batu Granit

Granit (Granite) merupakan salah satu tipe batu alam yang terkenal di masyarakat. Granit amat cocok dipakai sebagai pelapis dinding (Wall veneer), lantai, dan dinding kamar mandi supaya menimbulkan suasana natural dan segar. Sifatnya yang tahan terhadap susu tinggi membuat batu tipe ini bisa dipakai di permukaan dapur (countertops).

Batu Palimanan

Batu palimanan seperti namanya diproduksi di daerah Palimanan, Cirebon, dan merupakan salah satu batu favorit. Batu palimanan amat cocok dipasang pada bidang eksterior maupun interior suatu bangunan. Batu ini mempunyai warna yang terang serta berpori, maka sangat disarankan bila setelah selesai dipasang langsung diberi pelapis batu alam atau coating, untuk menahan laju tumbuhnya lumut.

Batu Candi

Sifatnya yang cenderung alami dan terkesan sejuk menjadi salah satu alasan mengapa batu ini banyak disukai konsumen. Di pasaran batu candi banyak dijual dalam bentuk lempengan. Batu candi mempunyai sifat yang gampang menyerap air, maka sebaiknya bila mau diaplikasikan di luar ruangan (eksterior) dilapisi dengan coating supaya tidak ditumbuhi lumut.

Keramik

Salah satu bahan flooring atau ubin lantai yang banyak dipakai adalah keramik. Tipe ubin lantai ini dibuat dari tanah liat yang dilapisi dengan glazur. Keramik mempunyai motif, warna, serta ukuran yang beraneka ragam. Dengan ukuran yang beragam inilah yang membuat jenis lantai ini banyak disukai karena bisa dipadukan berbagai ukuran keramik untuk menciptakan pola yang indah.

Keramik dengan ukuran besar menciptakan penampilan terbuka yang menimbulkan kesan ruangan menjadi luas. Sedangkan keramik dengan ukuran kecil memberikan kesan kotak papan catur. Ukuran keramik yang dipasang juga mesti disesuaikan dengan ukuran perabot di dalamnya.

Pilihlah keramik dengan ukuran besar untuk mempertahankan keseimbangan penampilan dalam ruangan yang diisi dengan perabot besar dan berat. Sedangkan untuk ruangan terbuka bisa diaplikasikan dengan perabot yang ringan dan sedikit, dan amat cocok dipadukan dengan ukuran keramik dimensi kecil.

Kelebihan Keramik

Tahan Lama

Sudah banyak yang membuktikan keawetan dari lantai keramik ini. Mulai dari ruangan yang panas sampai ruangan yang selalu terendam air, semuanya tidak membuat kualitas keramik memudar. Tentunya dengan perawatan yang benar, keramik di rumah kamu akan terus memancarkan keindahannya.

Anti Air

Berbeda dengan beberapa material lainnya, lantai keramik justru bisa diandalkan untuk ruangan dengan kelembaban tinggi seperti kamar mandi dan kolam renang. Tidak heran bila keramik juga kadang dipakai sebagai pelindung dinding agar tidak dimakan oleh resapan air. Perhatian untuk lantai kamar mandi, supaya tidak licin, senantiasa gunakan keramik bertekstur kasar.

Gampang Dibersihkan

Kelebihan terakhir dari lantai keramik yaitu mudah dalam membersihkannya. Perihal ini tentu tidak terlepas dari permukaan lantai keramik itu sendiri yang terasa licin. Kamu cukup mengepelnya secara teratur untuk memastikan keramik di rumah selalu bersih mengkilap.

Kekurangan Keramik

Tekstur Keramik Tergolong Keras

Hal ini karena keramik terbuat dari campuran tanah liat dan glazur (kaolin) yang dibakar. Untuk kamu yang terbiasa memakai lantai kayu, lantai keramik akan terasa lebih keras. Umumnya, untuk mengatasi perihal ini kamu bisa memakai karpet pada ruang-ruang berkumpul seperti ruang tamu dan ruang makan.

Permukaan Keramik Umumnya Cenderung Dingin

Bukan cuma itu, terkadang tampilan dari keramik bisa menciptakan nuansa dingin dan kaku. Untuk mengantisipasi perihal ini, cobalah memakai keramik bermotif asimetris dengan warna-warna yang lebih cerah.

Mudah Pecah

Keramik lantai termasuk barang pecah belah. Bila kamu tidak hati-hati dalam menyimpan, membawa, dan memasangkannya maka siap-siap saja kamu akan menemukan beberapa keramik yang pecah. Bukan cuma itu, lantai keramik juga tidak kuat menopang benda-benda berat. Bila dipaksakan, lambat laun akan ada salah satu sudut keramik yang mengalami keretakan.

Jenis Keramik

Keramik Biasa

Keramik tipe ini begitu laris di pasaran. Pasalnya, jumlah produksi keramik biasa memang jauh lebih tinggi dari keramik tipe lainnya. Sehingga tidaklah sulit untuk memperolehnya di pasaran, meski di toko bangunan kecil sekalipun.

Keramik Terrazzo

Era 70-an merupakan puncak keemasan dari keramik terrazzo. Dahulu masyarakat menyukai keramik ini karena menampilkan kesan tradisional. Terlepas dari rumah-rumah bergaya tempo dulu yang sampai saat ini masih menjaga “nuansa jadul” dalam desain interiornya. Trend terrazzo kini sudah mulai ditinggalkan.

Keramik Granit Alam

Memang harga keramik ini amatlah mahal, bahkan tak jarang membuat para konsumen jadi pikir dua kali sebelum mendapatkannya. Walaupun begitu, harga tetaplah sebanding dengan kualitas. Bukan hal yang tidak mungkin bila rumah Kamu lebih terlihat mewah daripada memakai keramik biasa.

Keramik Homogeneous Tile

Sepintas sedikit susah memang menyebut istilah keramik ini. Namun dibalik semua itu, keramik homogenous tile nyatanya nyaris mendekati dengan marmer atau batu granit alam. Karakter homogenous tile cenderung classy dan trendy. Sangat nyaman untuk Kamu yang menginginkan desain rumah minimalis.

Perbandingan Batu Alam dan Keramik

Batu AlamKeramik
Kelebihan- Memiliki Kesan Natural, Elegan, dan Mewah
- Terhindar dari Lumut dan Jamur
- Tidak Perlu Terlalu Sering Dirawat
- Tahan Lama
- Anti Air
- Gampang Dibersihkan
Kekurangan- Warnanya Tidak Bisa Seragam
- Mempunyai Pori-Pori yang Besar Sehingga Mesti Ditutup dengan Bahan Khusus Lagi
- Resiko Susah Diperbaiki
- Tekstur Keramik Tergolong Keras
- Permukaan Keramik Umumnya Cenderung Dingin
- Mudah Pecah
Beli online
Harga Termurah

Kesimpulan

Jadi, mana yang lebih baik? Jawabannya bergantung pada kebutuhan dan preferensi kalian. Jika kalian mencari bahan yang memiliki tampilan yang unik dan elegan, serta tahan lama, batu alam bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika kalian mencari bahan yang memiliki harga yang lebih terjangkau, dan lebih mudah untuk dirawat, keramik bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Anda Pilih Batu Alam atau Keramik?

Vote sekarang untuk melihat hasil polling selera netizen!