KesehatanMakanan dan MinumanMasak

Pilih mana: Beras Shirataki vs Beras Merah ?

Beras atau nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang utama bagi masyarakat di Indonesia. Terdapat berbagai jenis beras yang sudah lama dikenal di Indonesia, seperti beras putih, beras coklat dan beras merah. Selain ketiga jenis beras tersebut, ada pula jenis beras lainnya yang sama-sama diyakini bermanfaat untuk menurunkan berat badan, yaitu beras shirataki.

Beras Shirataki 

Shirataki adalah beras yang terbuat dari iles-iles atau umbi sayuran yang tumbuh di hutan. Beras ini sangat rendah karbohidrat dan kalori sehingga sangat cocok untuk kamu yang sedang mengatur pola makan sehat. Tekstur dari beras ini transparan dan hal inilah yang membedakan beras shirataki dengan beras biasa. Masalah rasa, sama saja dengan beras biasa.

Beras shirataki terbuat dari zat bernama glukomanan. Glukomanan merupakan salah satu jenis serat makanan alami yang larut dalam air, yang diambil dari ekstrak akar ubi gajah atau dikenal dengan konjak. Glukomanan mengandung 40% berat kering ubi gajah yang berasal dari Asia Tenggara.

Selain kandungan kalori dan karbohidrat yang sangat rendah, glukomanan juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Menurut hasil sistematis dari 14 studi, glukomanan dapat menurunkan kolesterol sebesar 19 mg/dL, kolesterol LDL “jahat” sebesar 16 mg/dL, trigliserida sebesar 11 mg/dL, dan gula darah sebesar 7,4 mg/dL. Baca juga : Pilih Mana: Beras Merah atau Beras Hitam?

Glukomanan terkenal memiliki kandungan kalori yang sangat rendah. Bahkan, glukomanan kerap disebut “zero calorie” karena hampir tidak memiliki kandungan kalori atau nol kalori dan nol karbohidrat karena mengandung kalorinya yang sangat rendah, glukomanan dalam beras shirataki dikenal sebagai bahan yang efektif untuk diet.

Kelebihan Mengkonsumsi Beras Shirataki 

  • Bebas kalori

Manfaat nasi shirataki pertama adalah rendahnya kalori dan karbohidrat. Nasi shirataki dikonsumsi oleh wanita Jepang secara teratur agar tetap langsing. Selain bebas kalori, nasi ini juga bebas kedelai dan bebas gluten sehingga sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki alergi kedelai dan gluten.

  • Membantu menurunkan berat badan

Manfaat beras shirataki juga dapat membantu menurunkan berat badan karena terdapat serat Glucomannan yang dapat membantu kamu yang sedang melakukan program diet.

  • Mengontrol gula darah

Beras shirataki juga merupakan makanan yang baik untuk penderita diabetes karena dapat membantu penderita diabetes dengan cara menunda proses pengosongan alami lambung. Hal ini dapat membantu penyerapan gula secara bertahap dan menurunkan kadar gula darah setelah makan. Mengonsumsi makanan kaya Glukomanan dapat menurunkan kadar gula dan meningkatkan kadar insulin di dalam darah.

  • Membantu melancarkan sistem pencernaan

Terdapat Glucomannan pada beras shirataki yang mengandung polisakarida yang akan mengembang karena menyerap air, sehingga berguna untuk pencahar alami. Glucomannan juga berperan sebagai prebiotic, yaitu zat yang membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus.

  • Menurunkan berat badan 

Beras shirataki yang terbuat dari iles-iles dan umbian sayuran yang sangat cocok untuk kamu yang sedang menjalankan program diet dan menurunkan berat badan kamu.

  • Tinggi serat 

Nasi shirataki itu tinggi serat dengan karakteristik bisa menyerap air menjadi gel. Dengan begitu, ketika makan nasi shirataki, cairan di dalam nasi tersebut diserap dan diubah menjadi gel, supaya kita lebih cepat kenyang. Selain itu, ada pula kandungan prebiotic, artinya bisa merawat bakteri baik di dalam sistem pencernaan kita guna untuk menjaga tubuh lebih sehat dan pencernaan lebih baik. 

Kekurangan Beras Shirataki 

  • Sulit gemuk atau naik berat badan

Beras merah memang efektif digunakan untuk menurunkan berat badan atau diet. Tapi, jika dikonsumsi terus menerus tanpa gizi yang seimbang, maka tubuh kita akan kekurangan gizi bahkan mengalami gizi buruk. Alangkah lebih baiknya saat mengkonsumsi beras merah imbangi dengan makan makanan bergizi dan sehat.

Beras Merah 

Beras adalah bagian bulir padi yang telah dipisah dari sekam. Sekam secara anatomi disebut ‘palea’ dan ‘lemma’. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras. Beras merah memiliki kandungan nutrisi, serat, vitamin, dan mineral yang tinggi.

Beras merah mengandung antosianin (zat warna merah) yang tinggi sehingga bahan makanan ini memiliki warna merah. Selain sebagai zat pewarna, antosianin juga berperan sebagai antioksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas. Pada 100 gram beras merah mentah mengandung 352 kalori, 7,3 gram protein, 0,9 gram lemak, 76,2 gram karbohidrat, 0,8 gram serat, 15 mg kalsium, 4,2 mg zat besi, 202 mg kalium, 1,9 mg zinc, serta 0,34 mg Vitamin B1.

Manfaat Beras Merah

  • Mengontrol berat badan
Lihat juga:  Pilih mana: Mie Lemonilo vs Fitmee?

Beras merah mengandung serat, protein, dan karbohidrat kompleks yang lebih tinggi daripada beras putih. Oleh karena itu, kamu bisa merasa kenyang lebih lama jika mengkonsumsi beras merah dan sangat cocok untuk dikonsumsi untuk orang yang melakukan program diet.

  • Mengontrol kadar gula 

Kamu bisa mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik lebih rendah, misalnya beras merah. Dengan indeks glikemik yang rendah, beras merah dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol lama-kelamaan bisa menyebabkan terjadinya resistensi insulin sehingga memicu diabetes. 

  • Melancarkan pencernaan

Beras merah mengandung serat dan karbohidrat kompleks yang tinggi. Kandungan tersebut dapat menjaga bakteri baik di usus serta melancarkan pencernaan. Beras merah bahkan baik dikonsumsi untuk untuk mencegah atau mengatasi sembelit.

  • Mengurangi risiko kanker

Beras merah mengandung banyak antioksidan, seperti asam fenolat dan flavonoid. Antioksidan merupakan zat yang dapat mencegah kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas. Hal ini menjadikan beras merah bermanfaat untuk mengurangi risiko penyakit kanker, misalnya kanker usus besar.

  • Mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler

Kandungan beras merah tersebut terbukti dapat mencegah penumpukan kolesterol atau lemak jahat dalam darah, mengontrol tekanan darah, dan mencegah penyumbatan di pembuluh darah (aterosklerosis). Efek tersebut membuat beras merah baik dikonsumsi untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler.

Kelebihan Mengkonsumsi Beras Merah 

  • Cocok untuk diet

Beras merah yang diperkaya memiliki kandungan nutrisi, serat, vitamin, dan mineral yang tinggi. Dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi putih disaat kamu sedang menjalankan program diet.

  • Mudah membuat kenyang

Itulah kenapa beras merah cocok dikonsumsi saat kamu sedang melakukan program diet karena beras merah mudah membuat kamu kenyang saat kamu sudah mengkonsumsinya.

  • Mudah ditemukan

Beras merah yang dikenal sejak dulu kala mudah untuk ditemukan dimana-mana seperti di pasar swalayan, supermarket, minimarket, dan toko serba ada.

Kekurangan Mengkonsumsi Beras Merah 

  • Mengandung arsenik 

Bahaya beras merah berikutnya adalah kandungan arseniknya. Selain efek merusak pada lingkungan, arsenik juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan, kegagalan organ dan kematian pada manusia.

  • Sulit gemuk atau naik berat badan

Beras merah memang efektif digunakan untuk menurunkan berat badan atau diet. Tapi, jika dikonsumsi terus menerus tanpa gizi yang seimbang, maka tubuh kita akan kekurangan gizi bahkan mengalami gizi buruk. Alangkah lebih baiknya saat mengkonsumsi beras merah imbangi dengan makan makanan bergizi dan sehat.

  • Gangguan mental 

Leaky gut syndrome dipicu oleh senyawa kimia yang terkandung dalam beras merah, yang mana bisa menyebabkan jaringan usus rusak dan menghambat aliran darah. Jika hal ini terjadi, maka sangat memungkinkan bisa meningkatkan risiko munculnya gangguan pada saraf, pembuluh darah, dan jaringan otak yang bisa memicu kelainan mental.

Beras Shirataki vs Beras Merah 

Keterangan Beras Shirataki Beras Merah 
Kelebihan - Bebas kalori - Membantu menurunkan berat badan - Mengontrol gula darah - Mengontrol berat badan - Mengontrol kadar gula  - Melancarkan pencernaan
Kekurangan - Sulit gemuk atau naik berat badan - Harga yang cukup mahal - Hambar - Mengandung arsenik  - Sulit gemuk atau naik berat badan - Gangguan mental 

Kesimpulan 

Beras shirataki dan beras merah yang sama-sama bisa dikonsumsi tidak hanya untuk orang yang melakukan program diet saja. Namun perlu diingat juga, dalam upaya diet berat badan, tidak hanya kalori yang harus diperhatikan. kamu pun harus mengubah pola makan dan gaya hidup lebih sehat dengan olahraga, memenuhi kebutuhan air yang cukup, serta meningkatkan protein dan mengurangi karbohidrat. Semoga artikel kali ini dapat membantu kamu ya dalam memilih keduanya, terima kasih. 

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Beras Shirataki vs Beras Merah 

VS