Pilih Mana: Diet OCD atau DEBM?

Diet OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet) dan Diet DEBM menjadi dua metode diet yang mendapatkan popularitas di Indonesia. Kedua pendekatan ini menawarkan konsep puasa sebagai strategi utama dalam mencapai tujuan kesehatan dan manajemen berat badan.

Diet OCD, yang dikembangkan oleh Deddy Corbuzier, menitikberatkan pada pola puasa selama 16 jam dengan jendela makan 8 jam, mengedepankan asupan protein dan lemak sehat. Sementara itu, Diet DEBM menekankan puasa selama 24 jam yang dilakukan satu atau dua kali seminggu, dengan harapan menciptakan kalori defisit untuk mendukung penurunan berat badan.

Meskipun keduanya memiliki popularitas, penting bagi setiap individu untuk memahami kebutuhan tubuhnya sendiri dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memilih metode diet tertentu. Kesesuaian dengan kondisi kesehatan dan keberlanjutan dalam jangka panjang tetap menjadi pertimbangan utama dalam memilih pendekatan diet yang tepat.

Dalam artikel ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai Diet OCD dan DEBM, mulai dari kelebihan hingga kekurangan yang dimiliki keduanya. Simak lebih lanjut artikel berikut!

Diet OCD

OCD merupakan kependekan dari Obsessive Corbuziers Diet (OCD) yang dipopulerkan dan dikenalkan oleh Deddy Corbuzier, mentalist Indonesia. Diet ini mulai diperkenalkan pada tahun 2013 yang lalu serta banyak menuai kontra, namun nyatanya sekarang ini semakin banyak orang yang menjalankan diet OCD serta memberikan testimoni yang positif mengenai program diet OCD ini.

Karena banyak testimoni atas keberhasilan yang dicapai oleh para penganut diet OCD, serta fakta dari seorang artis yakni Deddy sendiri, saat ini diet OCD jadi populer serta menjamur di seluruh nusantara.

Deddy memaparkan kalau dengan menjalankan diet OCD yang sudah ia ciptakan ini sama saja dengan menjalankan puasa. Bedanya apabila berpuasa untuk menambah pahala, sebaliknya menjalankan diet OCD buat mengurangi berat badan.

Bagi penelitian neuroscientist Mark Mattson, diet OCD ini diklaim bisa menurunkan berat tubuh. Terlebih kalori yang ada kala kamu melakukan diet ini diperkirakan hanya sekitar 500 kalori saja dalam satu hari, itu bila kamu melakukan jendela makan dalam waktu 6 jam.

Tidak hanya itu seperti yang dikutip Prevention, diet ini dapat menolong menurunkan kadar gula darah, penyusutan risiko penyakit jantung serta kanker. Bahkan diet ini diyakini bisa membantu otak kamu mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, sembari sambil memperbaiki mood serta memori.

Kelebihan Diet OCD

Mencegah Diabetes Tipe 2

Diet OCD, yang mirip dengan pola puasa bergantian, memiliki dampak positif pada kesehatan tubuh dengan mengurangi tingkat insulin dan meningkatkan produksi hormon tertentu. Akibatnya, tubuh cenderung membakar lebih banyak lemak untuk memenuhi kebutuhan energinya. Fenomena ini menjadi kunci dalam membantu mengatasi resistensi insulin dan mengurangi risiko gula darah tinggi, sehingga dapat berperan melindungi tubuh dari penyakit diabetes tipe 2.

Dengan mengoptimalkan regulasi insulin dan mengonsumsi makanan dengan bijak selama periode makan, diet OCD dapat menjadi strategi yang efektif untuk meminimalkan risiko terjadinya penyakit diabetes tipe 2 serta mempromosikan kesehatan secara keseluruhan. Meskipun begitu, penting untuk mencari panduan dari profesional kesehatan atau ahli gizi untuk memastikan bahwa diet ini sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kesehatan individu.

Membantu Menurunkan Kolesterol

Hasil dari sebuah percobaan studi selama 8 minggu menunjukkan bahwa diet OCD memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol hingga 32 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa diet ini dapat menjadi pilihan yang baik, terutama bagi mereka yang memiliki masalah kadar kolesterol tinggi.

Dalam rentang waktu yang relatif singkat, efektivitas diet OCD dalam menurunkan tingkat kolesterol memberikan gambaran positif terkait potensinya sebagai pendekatan nutrisi untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa hasil ini dapat bervariasi antar individu, dan konsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai diet ini tetap dianjurkan.

Meningkatkan Sistem Pencernaan

Dalam keseluruhan, diet OCD memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan tubuh, terutama dalam mendukung kesehatan sistem pencernaan. Prinsip puasa selama 16 jam pada diet ini memberikan kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat, menciptakan efek positif terhadap fungsinya. Dengan memberikan waktu istirahat ini, diet OCD dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, fase puasa pada diet OCD diyakini dapat membantu perbaikan sel-sel tubuh.

Kekurangan Diet OCD

Menurunkan Konsentrasi

Dampak samping dari diet OCD dapat menyebabkan penurunan energi dan kelesuan, terutama bagi mereka yang tidak melibatkan sarapan di pagi hari. Kondisi ini secara langsung berpengaruh pada tingkat konsentrasi saat beraktivitas, mengurangi kemampuan fokus seseorang. Kesulitan mempertahankan konsentrasi ini pada akhirnya dapat berdampak negatif pada produktivitas dan kinerja kerja. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan bahwa menjalani diet dengan menghindari sarapan dapat memiliki konsekuensi terhadap kesejahteraan dan kinerja sehari-hari.

Diet DEBM

Diet DEBM yaitu kepanjangan dari Diet Enak Bahagia Menyenangkan. Diet ini dipopulerkan oleh Robert Hendrik Liembono. Robert, panggilan akrabnya, bukanlah seorang dokter, pakar gizi, atau tenaga medis lainnya. Tetapi, panduan diet yang ia mencetuskan ini sukses membuat berat tubuh banyak orang turun drastis.

Mengutip hasil wawancara yang dilakukan Tempo, Robert sendiri mengaku berhasil mengurangi puluhan kilogram berat tubuhnya setelah mengikuti diet DEBM. Beberapa tahun lalu, berat tubuh Robert sempat melonjak dari 78 kg menjadi 107 kg. Tetapi setelah mengikuti metode diet ini, beratnya turun kembali menjadi 75 kg.

Berbekal ilmu hasil berselancar di dunia maya serta pengalaman pribadinya itu, Robert memberanikan diri buat memberikan kunci suksesnya dalam menurunkan berat di media sosial. Tidak disangka-sangka, metode diet yang ia bikin malah mendapatkan reaksi yang amat positif. Banyak orang mengaku sukses mengurangi berat tubuhnya juga dalam waktu yang singkat.

Saking populernya, pengikut diet di media sosial sudah lebih dari 500 juta orang. Apalagi, buku mengenai diet ini yang Robert tulis juga telah dicetak ulang sebanyak 4 kali.

Diet DEBM diklaim sanggup merendahkan berat tubuh sebanyak 2 kg dalam satu minggu. Bila dilihat dari prinsip diet DEBM, maka diet ini termasuk dalam diet yang sungguh rendah karbohidrat. Biasanya penerapan diet rendah karbohidrat memang efektif dalam merendahkan berat badan, khususnya pada orang dengan kondisi kegemukan.

Kelebihan Diet DEBM

Membantu Meningkatkan Kolesterol Baik (HDL) dan Menurunkan Kolesterol Jahat (LDL)

Diet DEBM (Diet Eat, Stop, Eat with Body Management) telah terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan kardiovaskular dengan membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Dengan konsep puasa selama 24 jam yang dilakukan satu atau dua kali seminggu, diet ini dapat merangsang tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi, sehingga dapat membantu mengurangi akumulasi kolesterol jahat. Selain itu, peningkatan HDL dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap penyakit jantung dengan membantu membersihkan kolesterol yang dapat menyumbat pembuluh darah.

Membantu Menurunkan Berat Badan Secara Cepat

Diet DEBM (Diet Eat, Stop, Eat with Body Management) dianggap dapat membantu dalam menurunkan berat badan dengan cepat. Metode ini menerapkan konsep puasa selama 24 jam, dilakukan satu atau dua kali seminggu, di mana selama periode tersebut, konsumsi makanan dihindari sepenuhnya. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan kalori defisit yang memicu penurunan berat badan.

Namun, perlu diingat bahwa keberhasilan diet ini dapat bervariasi antara individu, dan konsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai DEBM adalah langkah yang bijak untuk memastikan kesesuaian dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan tubuh masing-masing. Keberlanjutan dan pemahaman yang baik terhadap proses tubuh tetap menjadi faktor penting dalam mencapai dan menjaga penurunan berat badan yang sehat.

Meminimalkan Resiko Terkena Penyakit Kardiovaskuler

Diet DEBM (Diet Eat, Stop, Eat with Body Management) diakui memiliki potensi untuk meminimalkan risiko terkena penyakit kardiovaskular. Dengan mengadopsi konsep puasa selama 24 jam pada satu atau dua kali seminggu, diet ini dapat membantu mengelola berat badan dan meningkatkan sensitivitas insulin. Menurut beberapa penelitian, DEBM juga dapat berperan dalam menurunkan faktor risiko penyakit jantung, seperti tekanan darah dan kadar gula darah.

Namun, penting untuk diingat bahwa efek diet terhadap kesehatan kardiovaskular dapat bervariasi antar individu, dan konsultasi dengan profesional kesehatan tetap diperlukan sebelum mengadopsi jenis diet apa pun. Keberlanjutan dan keseimbangan dengan gaya hidup sehat lainnya tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung secara optimal.

Kekurangan Diet DEBM

Dapat Menyebabkan Konstipasi

Diet DEBM (Diet Eat, Stop, Eat with Body Management) memiliki potensi untuk menyebabkan konstipasi. Hal ini disebabkan oleh penekanan pada konsumsi karbohidrat, bahkan hingga eliminasi mereka dari pola makan. Penting untuk diingat bahwa karbohidrat mengandung komponen krusial seperti gula, tepung, dan serat.

Kekurangan asupan karbohidrat dalam diet DEBM dapat mengakibatkan gangguan pencernaan dan menyulitkan proses buang air besar. Dalam menjalani diet ini, perlu perhatian khusus terhadap pengelolaan jenis karbohidrat yang dikonsumsi agar tetap memenuhi kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Perbandingan Diet OCD dan DEBM

Diet OCDDiet DEBM
Kelebihan- Mencegah Diabetes Tipe 2
- Membantu Menurunkan Kolesterol
- Meningkatkan Sistem Pencernaan
- Membantu Meningkatkan Kolesterol Baik (HDL) dan Menurunkan Kolesterol Jahat (LDL)
- Membantu Menurunkan Berat Badan Secara Cepat
- Meminimalkan Resiko Terkena Penyakit Kardiovaskuler
Kekurangan- Menurunkan Konsentrasi- Dapat Menyebabkan Konstipasi
Beli online
Harga Termurah

Kesimpulan

Dari artikel ini, dapat disimpulkan bahwa pilihan antara Diet OCD (Obsessive Corbuzier’s Diet) dan Diet DEBM sebaiknya didasarkan pada pemahaman individu terhadap kebutuhan tubuh dan kesehatan pribadi. Diet OCD menekankan pada pola makan dengan jendela waktu tertentu dan penekanan pada jenis makanan tertentu, sementara DEBM melibatkan konsep puasa selama 24 jam beberapa kali dalam seminggu. Kedua diet ini memiliki potensi manfaat namun juga memiliki risiko tertentu, seperti konstipasi pada Diet DEBM akibat penurunan konsumsi karbohidrat. Semoga bermanfaat!

Anda Pilih Diet OCD atau DEBM?

Vote sekarang untuk melihat hasil polling selera netizen!