HomePerabotan Rumah Tangga

Pilih Mana: Porselen vs Keramik

Lantai rumah merupakan komponen yang penting untuk diperhatikan. Dengan kualitas yang bagus dan daya tahan lama, lantai rumah akan senantiasa nyaman untuk dipijak. Porselen dan Keramik menjadi salah satu rekomendasi yang baik untuk kamu jadikan sebagai pondasi alas kaki rumah kamu.

Porselen dan Keramik bisa dengan mudah kamu dapatkan di toko-toko bangunan yang ada di sekitar rumah masing-masing. Pilihan warna dan bentuk pun cukup beragam sehingga bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan masing-masing.

Penasaran dengan detail lebih dalam dari kedua jenis lantai ini? Untuk itu pantengin terus Selera.id agar bisa kamu jadikan acuan dalam memilih lantai andalan kamu dirumah ya guys. Disini aja ya!

Porselen vs Keramik

Porselen

Menurut Wikipedia, Porselen pada umumnya dibuat dari kaolin yang kemudian di tanur dengan suhu antara 1200 dan 1400°C (2190 dan 2550°F). Tingkat ketahanan, kekuatan, dan sifat tembus pandang dari porselen muncul terutama dari vitrifikasi dan pembuatan mineral mullite pada suhu yang amat tinggi.

Porselen pertama kali berkembang di Tiongkok dan akhirnya muncul di beberapa tempat sekitar 2.000 dan 1.200 tahun yang lalu, perlahan-lahan menyebar ke negara negara Asia Timur lainnya, Eropa dan kemudian di seluruh dunia.

Porselen umumnya sudah dianggap sebagai jenis tembikar yang paling sering digunakan karena keindahan, ketahanan, serta warna putihnya.

Porselen menggabungkan glasir dan cat dengan baik, dan amat mudah untuk dibentuk. Perihal ini memungkinkan adanya banyak macam dekorasi meja yang berbentuk kapal dan patung-patung. Porselen juga mempunyai banyak keuntungan dalam teknologi dan industri.

Sifat-sifat material porselen antara lain permeabilitas serta elastisitas rendah, ketahanan yang tinggi, keras, andal, putih, transparan, bisa beresonansi, resistensi yang tinggi terhadap serangan kimia dan gampang pecah ketika dalam temperatur yang tidak menentu.

Porselen vs Keramik

Kelebihan Porselen

  • Daya tahan lama
    Daya tahan alias keawetan merupakan prioritas utama pemilihan barang, selain modelnya. Umumnya, porselen mempunyai daya tahan yang lebih tinggi sebab ia dibakar lebih lama. Proses pembakaran yang cukup lama akan membuat tanah liat (jenis apapun, yang biasa maupun Cina) jadi lebih kering, keras, dan padat.
  • Tampilan dan model yang variatif
    Sebagian besar produsen porselen menciptakan tampilan glassy, warna cerah, serta mengkilap. Untuk itulah banyak yang menyukai pemakaian porselen untuk lantai di rumah mereka masing-masing.
  • Dapat dipakai di seluruh tempat
    Porselen dapat dipakai untuk semua lantai dan kamar mandi karena kualitasnya yang bagus. Berbeda dengan keramik yang memiliki sifat lebih lunak dan gampang menyerap air, maka para ahli menyarankan ubin jenis ini dipakai untuk dinding atau area yang jarang dilewati, misalnya gudang, kitchen backsplash, serta kamar tamu.

Kekurangan Porselen

  • Harga tinggi
    Kekurangan pertama dari porselen adalah harganya yang cukup tinggi. Karena porselen dibuat dengan produksi yang lebih rumit serta detail, dan menghasilkan daya tahan yang lebih tinggi, maka harganya juga lebih tinggi.
  • Permukaan licin
    Permukaan porselen nyatanya lumayan licin sehingga dapat membahayakan, namun kamu dapat mengatasinya dengan menciptakan lantai bertekstur, misalnya memadukan ubin besar dan kecil.
  • Memberikan kesan dingin
    Ketika kita menginjak lantai porselen ini, maka akan menimbulkan kesan yang cukup dingin. Untuk itu kamu bisa menggunakan alas kaki lagi atau bisa juga tanpa menggunakan apa-apa untuk kamu yang memang doyan dingin.

Keramik

Pada awal mulanya kata keramik berasal dari bahasa Yunani Kuno yakni ”keramos” yang berarti tanah liat atau keramikos yang artinya benda-benda yang dibuat dari tanah liat serta dibakar dan mengeras oleh api. istilah-istilah ini umumnya biasa dipakai untuk studi seni dari pottery atau tembikar.

Sebab pada mulanya benda yang dibuat pertama kali oleh manusia dengan tanah liat berupa piring, kendi, guci, tempayan, dan lainnya, dan itu semua terhubung dengan seni pottery.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman, pengertian keramik pun juga berubah dan semakin luas. Menurut Balai Besar Keramik Bandung, definisi keramik yaitu sebagai berikut: ”Keramik merupakan produk yang dibuat dari bahan galian anorganik non-logam yang sudah mengalami proses panas yang tinggi. Serta bahan jadinya memiliki struktur kristalin dan non-kristalin atau gabungan dari padanya”.

Porselen vs Keramik

Kemudian untuk definisi pengertian yang lebih luas serta umum yaitu “bahan-bahan yang dibakar dengan suhu tinggi”, termasuk didalamnya yaitu semen, gibbs, dan lain sebagainya.

Karena hal itulah sebutan keramik jadi lebih bervariasi seperti gerabah, tembikar, majolika, keramik putih, terracotta, porselen, keramik batu (stoneware), dan benda tanah liat lainnya.

Dengan banyaknya variasi pengertian dari keramik, maka cabang-cabang dari keramik pun bermunculan sehingga munculah istilah seni keramik yang maksudnya seni untuk mengubah tanah liat dengan melalui proses pembakaran dan pengerasan sehingga berubah menjadi benda yang mempunyai nilai seni.

Pengrajin keramik merupakan orang-orang yang profesinya bekerja untuk merancang dan membuat produk keramik, menjadi produk yang bisa dipakai sebagai produk untuk kehidupan sehari-hari. Baca juga Pilih Mana: Batu Alam atau Keramik?

Kelebihan Keramik

  • Tahan lama
    Material lantai dari keramik nyatanya berumur lama sampai puluhan tahun. Untuk itulah tak heran bila banyak dari orang tua kita memakai lantai dari keramik untuk tempat berpijak karena sifatnya yang tahan lama.
  • Perawatan yang mudah
    Kelebihan yang dimiliki oleh material keramik yaitu perawatannya yang mudah. Kamu cukup menggunakan kain lap basah dan bersihkan semua lantai keramik kamu. Selain itu, lantai dari keramik sendiri juga mudah untuk dibersihkan. Mengagumkan bukan?
  • Harga lebih ekonomis
    Berbeda dengan porselen, keramik memiliki harga yang lebih ekonomis. Kualitas yang dimiliki juga tidak kalah bagus kok guys dengan porselen. Jadi jangan ragu untuk menggunakan keramik untuk lantai rumah kamu ya!

Kekurangan Keramik

  • Mudah pecah
    Kekurangan yang cukup menjadi perbandingan tersendiri sebelum membelinya yaitu sifatnya yang mudah pecah. Untuk mengangkut dan memindahkan lantai yang berasal dari keramik sendiri harus dilakukan hati-hati karena sifatnya yang mudah pecah jika terbanting pelan sekalipun.
  • Terkesan dingin
    Sama halnya dengan porselen, kesan dingin juga tersemat di lantai keramik. Hal ini sebenarnya bukan kekurangan yang cukup berarti karena merupakan selera orang masing-masing. Ada yang menyukai kesan dingin dan ada yang tidak suka.
  • Nat antar keramik yang kotor akibat noda sulit dibersihkan
    Jika tadi adalah keramik yang mudah untuk dibersihkan, maka kali ini adalah nat antar keramiknya yang susah untuk dibersihkan jika terkena noda dan kotoran. Cara membersihkannya yaitu kamu mesti menggunakan sikat dan sabun dengan kuat agar kotoran bisa hilang.
Porselen Keramik
Bahan dasarTanah liat putih atau merah Pasir
KarakterBerpori Tidak berpori
HargaCukup tinggiEkonomis
Sifat Sulit dibentukMudah dibentuk

Porselen vs Keramik

Porselen vs Keramik

– Segi bahan
Keramik terbuat dari tanah liat putih atau merah dicampur dengan air dan dibakar. Keramik mempunyai karakter berpori, sehingga permukaan atas umumnya tertutup dengan glasir. Sebaliknya, porselen berbahan dasar pasir. Proses pembakaran porselen mesti dilakukan dengan suhu yang amat tinggi. Perihal itu membuat porselen menyerupai kaca dan tidak berpori.

– Segi Harga
Porselen lebih mahal dari keramik sebab pembuatannya yang lebih susah. Hal ini juga menjadi bahan pertimbangan orang lebih memilih keramik ketimbang porselen.

– Segi daya tahan
Keramik lebih rentan mengalami kerusakan sebab tingkat penyerapan air sampai 4 persen. Sementara itu, porselen lebih kuat sebab lebih tebal. Kualitas yang bagus ini membuat porselen untuk keperluan komersial atau industri perumahan. Tapi, kekuatan keramik membuatnya susah dipotong atau dibentuk.

– Segi penggunaan
Melihat perbandingan karakteristik di atas, porselen lebih cocok dipakai untuk area dengan intensitas terkena air cukup tinggi. Contoh, kamar mandi atau dapur. Sedangkan, keramik lebih cocok dipakai untuk areal yang kompleks. Karena, keramik mudah dibentuk, tidak seperti porselen.

Pilih Mana: Porselen vs Keramik

Porselen Keramik
Kelebihan- Daya tahan lama - Tampilan dan model yang variatif - Dapat dipakai di seluruh tempat - Tahan lama - Perawatan yang mudah - Harga lebih ekonomis
Kekurangan- Harga tinggi - Permukaan licin - Memberikan kesan dingin - Mudah pecah - Terkesan dingin - Nat antar keramik yang kotor akibat noda sulit dibersihkan

Kesimpulan

Setelah membahas Porselen dan Keramik tadi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kedua jenis lantai ini memiliki kualitas yang bagus. Penggunaan kedua lantai ini juga tentunya harus disesuaikan dengan keadaan ya guys. Untuk itu tentukan lantai andalan kamu sesuai selera dan kebutuhan masing-masing. Semoga bermanfaat.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Porselen vs Keramik

VS

Leave a Reply